Postingan

Eksistensi dan Citra Perempuan dalam Lima Cerita Pendek Karya M.Shoim Anwar

Semua pikiran, ide, dan pendapat yang diungkapkan dalam bentuk tulisan maupun lisan oleh seseorang secara imajinatif maupun layaknya reka adegan di kehidupan nyata dapat diyakini bahwa karya tersebut merupakan bentuk dari sastra. Suatu karya sastra memiliki banyak titik pusat tersendiri untuk menarik perhatian pembaca karena di dalam karya sastra sendiri memiliki banyak cerita-cerita yang dihasilkan oleh ciptaan imajinasi penulis dan cerita nyata yang hidup dan berkembang di kehidupan masyarakat. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita menjumpai adanya kesamaan cerita atau kejadian yang terdapat dalam novel, cerpen, maupun bentuk karya lainnya, nah biasanya kalau anak milenial zaman sekarang menyebutnya dengan istilah relate. Relate merupakan istilah bahwa adanya suatu persamaan keadaan,perasaan, maupun kejadian dari satu objek yang dilihat atau dibaca dengan keadaan asli yang ia jalani di kehidupan nyata. Sastra kiranya merupakan hal yang dapat dinikmati dengan berbag

Keserdehanaan Makna Lagu Mama Papa Larang dari Judika

Setelah beberapa minggu terakhir berkutat mengulas puisi dan cerpen, kali ini sedikit berbeda namun tidak jauh berbeda pula. Kali ini yang akan diulas ialah sebuah lagu dari penyanyi terkenal tanah air yang memiliki suara khasnya. Lagu yang akan diulas yakni berjudul Mama Papa Larang merupakan salah satu lagu terkenal milik Judika. Judika merupakan runner up di salah satu ajang pencarian bakat yakni Indonesia idol ke-2. Ia dapat mencuri hati dewan juri dengan suara khasnya ketika melantunkan suatu nyanyian. Pada tahun 2013 Judika merilis album berjudul ‘Mencari Militer’ dan di dalam album tersebut terdapat lagu Mama Papa Larang. Di balik judul lagu tersebut siapa sangka ternyata terbendung kisah tersendiri dari pencipta lagunya, Judika. Judika pernah menyatakan bahwa terciptanya lagu Mama Papa Larang bukan suatu bentuk protes pada situasi hubungannya dengan Duma Riris karena memang hubungan percintaannya belum didukung oleh kedua orang tua sang kekasih Judika tersebut, namun terciptany

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Karya Taufiq Ismail

Setelah sebelumnya telah diulas sedikit mengenai puisi karya Seno Gumira Ajidarma, kali ini penulis akan membahas mengenai salah satu puisi yang terdapat dalam buku antologi puisi dari Taufiq Ismail berjudul ‘Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia’. Puisi yang akan diulas yakni memiliki judul sama dengan judul buku antologi puisi tersebut yakni ‘Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia’ karya Taufiq Ismail. Nama Taufiq Ismail bukanlah nama yang asing bagi penggemar puisi karena beliau memiliki beberapa buku antologi puisi yang di dalamnya memuat banyak judul-judul puisi ciptaannya. Selain puisi ‘Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia’ yang akan diulas kali ini masih terdapat banyak puisi-puisi ciamik lainnya karya Taufiq Ismail yang dapat diulas sebagai bentuk pujian ataupun bentuk kesepakatan lain dari pembaca maupun penikmat sastra.  Sebagian besar puisi merupakan tempat sastrawan atau penyair untuk menyampaikan bentuk apa yang dirasakan pada suatu hal baik itu untuk menolak kebijakan, menyatakan kecintaan

Setan Banteng karya Seno Gumira Ajidarma

Setelah beberapa kali mengulas mengenai karya puisi oleh beberapa penyair, kali ini kita kembali untuk mengulas mengenai suatu lingkup yang sama namun degan objek yang berbeda. Objek yang akan dibahas yakni cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul ‘Setan Banteng’. Jika membaca dari judulnya sekilas saja mungkin beberapa pembaca dapat mengartikan bahwa isi cerita pendek yang disajikan Seno Gumira Ajidarma mungkin mengenai suatu hal tentang kemarahan atau dapat juga diartikan mengenai keserakahan suatu pihak baik orang maupun kelompok. Seno Gumira Ajidarma merupakan penulis dari beberapa cerita pendek yang ternama. Beberapa karyanya yakni Atas Nama Malam, Wisanggeni-Sang Buronan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Biola Tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, dan Negeri Senja. Selain karya-karya tersebut terdapat salah satu karya yang menarik yakni cerita pendek berjudul ‘Setan Banteng’. Cerita pendek tersebut saya katakan karya yang menarik yakni kar

Sajak Palsu karya Agus R. Sarjono

 Setelah sebelumnya kita telah menikmati salah dua dari puisi karya Widji Thukul, kini kita beralih untuk menikmati puisi karya Agus R.Sarjono yang berjudul Sajak Palsu. Sajak palsu ditulis dengan bentuk yang berbeda dari puisi karya penyair lain. Puisi Sajak Palsu ditulis seperti narasi cerita, hal ini merupakan sebagai bentuk baru dari suatu puisi. Jika sebelumnya kita telah akrab dengan penulisan puisi yang berbentuk terpisah-pisah berdasarkan penyusunan bait, maka penulisan puisi Sajak Palsu oleh Agus R.Sarjono ini berbeda. Berdasarkan judul yang digunakan penyair untuk mewakili isi puisi tersebut dapat dipahami bahwa penyair ingin menyampaikan suatu cerita mengenai apa-apa yang dirasa palsu. Cerita yang disusun menjadi satu kesatuan puisi memiliki makna tersendiri. Puisi tersebut menggambarkan pengamatan yang dilakukan oleh penyair dan ia menemukan banyak kepalsuan dalam negara ini. Dari puisi Sajak Palsu dapat dipahami bahwa awal dari segala kepalsuan yang tercipta dari negara in

Peringatan dari Sang Penyair Cadel Widji Thukul

Sebagian besar penyair memiliki cerita sendiri dari setiap karya yang diciptakan namun juga terkadang beberapa karya sastra hanya mengedepankan bagian sisi estetik dari setiap ciptaan sebagian karya sastranya. Jika kita mencari beberapa puisi populer yang diciptakan oleh Widji Thukul dapat kita maknai bahwa dalam penulisan beberapa puisinya ia lebih berfokus untuk menyuarakan pergerakan protes pada suatu kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh suatu pihak tertentu pada masa itu.  Selain dikenal sebagai sastrawan,Widji Thukul juga aktif sebagai aktivis. Ia seringkali menjadi pemimpin aksi demo dari berbagai pergerakan kelompok yang menyuarakan aspirasinya. Hal tersebut yang menyebabkan Thukul dicari oleh berbagai pihak aparat pada masa itu. Selama menjadi aktivis tersebut Widji Thukul tetap senantiasa menulis karya puisinya yang lain. Adapun beberapa karya puisi yang ia ciptakan merupakan sebagai bentuk protes lain dari kegiatan demo yang ia lakukan. Selama pergerakannya menjadi aktivi

Idul Fitri karya Sutardji Calzoum Bachri

 Pada akhir minggu bulan ini kaum muslim merayakan hari kemenangan yakni memasuki bulan suci ramadan. Setelah melewati berbagai sunnah pada bulan ramadan. Puasa dilakukan selama satu bulan penuh untuk menuju pada hari kemenangan. Hal ini sesuai dengan puisi yang akan kita ulas memiliki kesamaan tema pada bulan Ramadan saat ini. Puisi oleh Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul ‘Idul Fitri’ sudah jelas tergambarkan bahwa di dalam puisi tersebut menggambarkan mengenai bulan suci ramadan yang dilaksanakan oleh seluruh kaum mulim. Berdasarkan keseluruhan kata demi kata yang disusun penyair dalam puisi tersebut dapat dipahami bahwa penyair menggambarkan keinginan seseorang untuk kembali pada jalan lurus yakni jalan menuju ridho Allah. Setiap ciptaanNya pasti tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja sehingga pada bulan suci Ramadan biasanya dimanfaatkan umat muslim untuk saling introspeksi diri dan menurunkan ego masing-masing untuk salin